Apa kabar ? sudah lama gak post nih, postingan kali ini bertemakan Pahlawan yang kemarin pada tanggal 10 November diperingati oleh seluruh warga Indonesia. Mengenai pribadi-pribadi yang menurut aku adalah pahlawan. Tentunya ini adalah pemahaman aku, dan bisa jadi berbeda dengan pemahaman orang lain. Dalam pengertian aku, pahlawan adalah pribadi yang mampu memberikan nilai untuk orang lain, tanpa pembatasan dalam bidang keahlian, tanpa pembatasan teritorial. Dan bisa jadi, sosok yang menurut saya seorang pahlawan, tidak harus menjadi sosok pahlawan untuk pribadi yang lain.
Disini aku menuliskan tentang ibuku. mungkin nama ibu tidak
pernah terpampang di majalah ataupun koran karena ibu adalah sosok manusia
biasa yang menjalankan hari-hari hidupnya secara biasa. Namun ibu adalah pahlawan
untukku, karena ibu maka aku mengalami suatu kehidupan yang indah, dari ibu aku
belajar arti berkorban, dan bersama ibu aku belajar memacu diri untuk menjadi
lebih baik dan meraih lebih tinggi daripada yang bisa ibu raih.

Bu Muslimah,
seperti banyak siswa memanggilnya, lahir di Sidomulyo Prabumulih, 31 Mei 1962.
Lahir dari pasangan berbahagia Supangkat dan Zainab. Memulai pendidikan di SD
Negeri 1 Prabumulih sekitar tahun 1970 dan melanjutkan ke SMP Negeri 1 Prabumulih. Berlanjut ke
jenjang lebih tinggi yaitu di SMA Taman Siswa. Selepas SMA pada tahun 1982 ibu menuntut ilmu di
UNSRI Palembang jurusan matematika.
Setelah lulus dari Sekolah Tinggi Ilmu Kependidikan (STKIP) UNSRI pada tahun
1984 ibu mulai bertugas di SMP Negeri 39 Palembang, Poligon. Menikah dengan
seorang pegawai PT Petala Bumi Petran, Palembang bernama Du Rachman. Ibu adalah
anak ke-4 dari 12 bersaudara, dan dari pernikahannya mempunyai 5 orang anak. Yang
sulung Indah Suciati lulusan dari Akademi Kebidanan Muara Enim, yang kedua
Indri Hapsari lulusan dari Politeknik keperawatan Palembang, yang ketiga
Subiono Akbar lulusan dari fakultas ekonomi jurusan akutansi di UPN Veteran
Yogyakarta, yang keempat Muhammad Adhim yang sekarang masih menempuh pendidikan
di Politeknik Akamigas Palembanng, dan yang bungsu adalah aku sendiri. Karena
harus mendampingi suami di Belitang ibu jadi mutasi di SMP Negeri 1 Belitang
sekitar tahun 1984. Diangkat PNS pada April 1986. Karena guru matematika masih
sangat langka, maka ibu diminta untuk mengajar di empat sekolah sekaligus, pagi
dan sore. Disamping mengajar matematika ibu juga mengajar Biologi, PSPB (Pel
Sejarah Perjuangan Bangsa) dan sejarah. Aktif di bidang pramuka dan melatih
gerak jalan. Anak yang dilatih selalu mendapat juara 1 baik putra maupun putri
selama 3th berturut-turut. Sudah 29 tahun ia mengabdikan hidupnya untuk bangsa
dan negara.
Ibu
ditempatkan di daerah Kec.Belitang tepatnya di wilayah Kabupaten OKU. Sebuah
tempat yang ketika itu belum dialiri listrik, jalan tanah yang berlumpur ketika
hujan.
Pakaian dan sepatu harus betul-betul dijaga agar tidak basah kehujanan. Ibu adalah sosok guru yang menjaga kerapian dan kebersihan di depan murid-muridnya. Menurut beliau, seorang guru bukanlah sosok yang sekedar menularkan ilmu pengetahuan melainkan juga menjadi suri tauladan murid-muridnya. Apa yang ditampilkan oleh seorang guru akan dicontoh dan diikuti oleh murid-muridnya. Karena itu guru sebagai seorang pendidik tidak cukup hanya memiliki kecakapan akademik tetapi juga harus bersih dari cacat moral.
| Yang kiri sekali |
Pakaian dan sepatu harus betul-betul dijaga agar tidak basah kehujanan. Ibu adalah sosok guru yang menjaga kerapian dan kebersihan di depan murid-muridnya. Menurut beliau, seorang guru bukanlah sosok yang sekedar menularkan ilmu pengetahuan melainkan juga menjadi suri tauladan murid-muridnya. Apa yang ditampilkan oleh seorang guru akan dicontoh dan diikuti oleh murid-muridnya. Karena itu guru sebagai seorang pendidik tidak cukup hanya memiliki kecakapan akademik tetapi juga harus bersih dari cacat moral.
Jika
seorang guru memiliki cacat moral baik dalam kehidupan sehari-hari maupun di
sekolah, maka dia tidak bisa lagi menjadi contoh yang baik bagi murid-muridnya.
Itulah alasan ibu menjaga penampilannya di depan para siswa. Untuk bisa
mengajari siswanya menjaga kebersihan dan kerapihan maka seorang guru harus
memberi contoh mulai dari hal yang sederhana seperti berpakaian bersih dan
rapi. Kebiasaan lain yang juga dijaga oleh ibu adalah bangun pagi dan berangkat
ke sekolah tepat waktu. Di keluarga ibu mengajarkan disiplin dengan keteladanan
bangun pagi. Di sekolah beliau mengajarkan disiplin dengan selalu datang tepat
waktu. Kalau ingin murid-muridnya datang tepat waktu maka guru juga harus
memberikan contoh dengan datang tepat waktu pula.
Pendidik adalah contoh bagi murid-muridnya. Karena itu ibu sering merasa prihatin melihat pendidik sekarang yang tidak memperhatikan hal tersebut. Seorang guru yang tidak disiplin, berpakaian tidak rapi, menggunakan kata-kata kasar, kotor dan melemahkan mental siswa sejatinya tidak layak disebut sebagai seorang pendidik. Tidak sedikit juga guru yang membawa masalah dalam rumah tangga ke sekolah. Masalah yang dihadapi di rumah membuat mereka mudah murah dan tidak fokus dalam mendidik. Ibu bercerita kalau di jamannya para guru selalu berusaha memisahkan persoalan di rumah dan sekolah. Mereka menempatkan diri sebagai pendidik yang baik ditengah keterbatasan fasilitas belajar mengajar.
Pendidik adalah contoh bagi murid-muridnya. Karena itu ibu sering merasa prihatin melihat pendidik sekarang yang tidak memperhatikan hal tersebut. Seorang guru yang tidak disiplin, berpakaian tidak rapi, menggunakan kata-kata kasar, kotor dan melemahkan mental siswa sejatinya tidak layak disebut sebagai seorang pendidik. Tidak sedikit juga guru yang membawa masalah dalam rumah tangga ke sekolah. Masalah yang dihadapi di rumah membuat mereka mudah murah dan tidak fokus dalam mendidik. Ibu bercerita kalau di jamannya para guru selalu berusaha memisahkan persoalan di rumah dan sekolah. Mereka menempatkan diri sebagai pendidik yang baik ditengah keterbatasan fasilitas belajar mengajar.
Cerita
ibuku tentang perjalanannya sebagai pendidik sering diulang-ulang di depan
anaknya. Ibuku tidak sedang mengeluh, bukan pula menyesali perjalanan hidup
apalagi menertawakan kondisi pendidikan waktu itu. Baginya bercerita pengalaman
tentang dunia pendidikan yang digelutinya adalah upaya untuk membentuk
karakter, semangat, dan menguatkan sendi-sendi kepribadian putra-putrinya.
Disiplin, kerja keras, ulet, pantang menyerah, adalah kunci sukses yang beliau
ajarkan melalui cerita-ceritanya.

Kekurangan fasilitas bukanlah halangan untuk maju. Tantangan yang dihadapi oleh seorang pendidik ibarat garam di dalam kubangan sayuran yang justru memperkaya rasa. Belajar mengajar adalah sebuah semangat untuk berbagi dan saling menguatkan. Berbagi pengetahuan, kepercayaan diri, pengalaman, ketrampilan dan keteladanan yang diberikan oleh pendidik. Saling menguatkan dilakukan dengan memberi semangat bagi siswanya agar memiliki kekuatan mental dalam mencapai kesuksesan. Kasih sayang terhadap peserta didiknya dan ‘ilmu yang dia berikan yang tak ternilai harganya’.
Kekurangan fasilitas bukanlah halangan untuk maju. Tantangan yang dihadapi oleh seorang pendidik ibarat garam di dalam kubangan sayuran yang justru memperkaya rasa. Belajar mengajar adalah sebuah semangat untuk berbagi dan saling menguatkan. Berbagi pengetahuan, kepercayaan diri, pengalaman, ketrampilan dan keteladanan yang diberikan oleh pendidik. Saling menguatkan dilakukan dengan memberi semangat bagi siswanya agar memiliki kekuatan mental dalam mencapai kesuksesan. Kasih sayang terhadap peserta didiknya dan ‘ilmu yang dia berikan yang tak ternilai harganya’.
Sadarkah
kita wahai kawan? setiap hari guru-guru menghabiskan waktunya untuk kita,
mengajari kita dari yang tadinya hanya selembar kertas kosong menjadi kertas
yang penuh tinta dan penuh kreasi ilmu yang bermakna. Dengan kakinya guru
melangkah dari ruangannya menuju kelas-kelas, padahal sebenarnya kita yang membutuhkan
mereka, tapi malah mereka yang menghampiri kita. Dengan semangatnya,
perjuangannya menyampaikan ilmu yang sama dari tahun ke tahun, tanpa
mengenal bosan, letih ataupun malas, demi mencerdaskan anak bangsa.
Ibu
sering bercerita betapa bangganya dia sebagai guru ketika beberapa muridnya di
sekolah menengah pertama dulu datang ke rumah dan bercerita kesuksesan mereka
saat ini. Ada yang sudah menjadi tentara, guru, polisi dan berbagai profesi
lainnya. Ibu merasa bangga karena mereka berasal dari daerah yang sarana dan
prasarana belajarnya masih terbatas. Mereka membuktikan bahwa kuatnya mental
dan semangat untuk sukses bisa mengalahkan berbagai keterbatasan. Semangat dan
nilai-nilai perjuangan yang selalu ibu tekankan ketika belajar begitu kuat tertancap
di benak mereka.
Mengabdi
untuk pendidikan bermakna profesional dan tulus dalam berbagai ilmu dan
pengetahuan. Materi bukanlah tujuan utama, tetapi kemajuan sumber daya manusia
dan pembentukan akhlak peserta didiklah yang menjadi orientasi utamanya. Karena
itu pekerjaan sebagai seorang pendidik sejatinya tidak bisa dinilai semata
dengan besaran rupiah yang dia terima. Ibu sering merasa prihatin dengan para
guru sekarang yang lebih memfokuskan mencari materi daripada mengabdi buat
keberhasilan anak didiknya. Contohnya guru sering meninggalkan kelas untuk
mengurus sertifikasi, mencari sertifikat, dan tujuan lain yang bersifat
mengejar materi. Mereka membiarkan murid-muridnya di dalam kelas dengan
tumpukan tugas yang ditinggalkan. Ada keegoisan dari sang guru ketika
kepentingan pribadinya mengalahkan hak dari peserta didiknya.

Sekelumit kisah tentang ibuku semoga memberi manfaat dan dorongan bagi kita semua untuk memperbaiki dunia pendidikan.
Menatap wajah ibuku adalah menatap wajah guruku.
Menatap wajah ibuku adalah menatap wajah pendidikan bangsa ini.
Menatap wajah ibuku adalah menatap wajah generasi bangsa ini.
Di matanya tersimpan sejuta harapan, doa, dan semangat yang selalu ditularkan bagi kebaikan pendidikan di Indonesia.
Sekelumit kisah tentang ibuku semoga memberi manfaat dan dorongan bagi kita semua untuk memperbaiki dunia pendidikan.
Menatap wajah ibuku adalah menatap wajah guruku.
Menatap wajah ibuku adalah menatap wajah pendidikan bangsa ini.
Menatap wajah ibuku adalah menatap wajah generasi bangsa ini.
Di matanya tersimpan sejuta harapan, doa, dan semangat yang selalu ditularkan bagi kebaikan pendidikan di Indonesia.


69 komentar:
ya saya setuju dengan anda mengenai sosok seorang pahlawan yang anda sebutkan tadi yaitu pahlawan adalah pribadi yang mampu memberikan nilai untuk orang lain, tanpa pembatasan dalam bidang keahlian, tanpa pembatasan teritorial. menurut saya jg begitu.,
kesimpulan yang saya ambil disini, ibu inneke adalah sosok seorang yang penuh semangat dalam mengajar, demi membuat anak didiknya menjadi sukses, sukses dan sukses.
pahlawan tidak selalu yang berada di buku sejarah, tapi seorang guru dan ibu juga merupakan "Pahlawan tanpa tanda jasa" yang ingin melihat anak-anaknya kelak sukses di masa yang akan datang..
sip
waw patut d anggap sbagai phlawan
smoga jd inspirasi kita smua
waw benar2 pahlawan tanpa tanda jasa..
coment balik http://onikrusmiyati.blogspot.com/
postingan yang bagus
wah buk muslimaah ..
tetap semangat,,
http://nikmaafifa.blogspot.com/
postinganya bagus, menimbulkan semangat belajar...
benar2 pahlawan tanda jasa y
http://nofarojayanti.blogspot.com/
wahhhhh salut sama IBU km
hebat......
jasa seorang guru mmng tak trhngga..
selvioktavianixiipa2.blogspot.com
benar,,apa yg di tampilkan oleh guru,,di contoh oleh muridnya..
comback http://indahpermatasarixia.blogspot.com/2013/11/pahlawan-masa-kini.html
semoga kita dapat mewarisi semangat beliau....
komen balik ya di http://komangarinanda212.blogspot.com/2013/11/pahlawan-masa-kini.html#more
.siip, kita harus bener2 belajar ni, biar bisa keg ibu u, hehe
.komen balik yaa http://sherlysetiowati.blpgspot.com
pahlawan tanpa tanda jasa... menginspirasi saya agar bisa mencontoh semangat ny
comback http://dimastriindreswari.blogspot.com/
smga sya bsa mencotoh apa yg tlh anda posting. Smgat.....
Jgn lpa kmntr blik di gopung321.blogspot.com
bagus dan jangan lupa komen balik di anaastutiningrum.blogspot.com
kisah yang sangat inspiratif dan sangat berkesan !
comeback yaa http:/diahperdanasari.blogspot.com
smoga ibu mu bisa menjadi sumber inspirasi untuk para generasi muda..
komen balik di http://nirmayamaurentina.blogspot.com/
patut menjadi teladan bagi kita semua.
http://dinaalfiana98.blogspot.com
smoga ibu mu bisa menjadi sumber inspirasi untuk para generasi muda..
http://etynursetianingsih.blogspot.com/
patut menjadi suri teladan bagi kita semua,
koment balik
ariscandra12.blogspot.com
Kisah nya inspiratif dan berkesan
Baik untuk di contoh
#koment balik
pahlawan tnpa tnda jasa..patut d contoh
pahlawan yang patut dibanggakan
comback y.. diyanpuspitasari11.blogspot.com
pahlawan yang hebat
komen balik
http://erninurwijayati.blogspot.com/
bagus postingnya......
subbhannallah pahlawan yang anda posting ini.sangatlah menarik,ibu ibu ibu ibu..itulah seorang ibu,perjuangannya amatlah besar ..ibu engkau adalah pahlawan yang hebat buat q
komen balik maratussholikhahipa2.blogspot.com
posting yang luar biasa, lanjutkan....
ibu muslimah adlh guru yg humoris dan menyenangkan..
memang pahlawan tanpa tanda jasa koment balik http://angikeladesta97.blogspot.com/2013/11/pahlawan-kebanggaan-saya.html#comment-form
pahlawan yang sangat berjasa
Super sekali pemirsa, sungguh mulia jasa beliau..
komen balik http://dianpamungkas7.blogspot.com/
Pahlawannya sngat menginspirasi, mhn krjsmnya comback gesangwibawono.blogspot.com tntang pahlawan
setuju sekali sama ibumu, ibumu memang ibu yang bisa menginspirasikan anak2nya.
ibu mus pahlawan tanpa tanda jasa..
the best mom
comback http://yeniastutyy.blogspot.com/
Ibu kau memang pahlawan wanita yang sangat mulia ne :) semoga km bisa kyk ibu mu
pahlawan tanpa tanda jasa bangett..
jadi kangen sm buk muslimah nie :)
patut kita teladani.....
komen balik http://komangarinanda212.blogspot.com/2013/10/bulan-bahasa-sma-negeri-1-belitang_31.html
sosok ibu memang sangat berjasa bagi anaknya.
sangat menginspirasi
pahlawan tanpa tanda jasa... menginspirasi saya agar bisa mencontoh semangat ny
comment dwiprastyoapregema.blogspot.com
Mengabdi untuk pendidikan bermakna profesional dan tulus dalam berbagai ilmu dan pengetahuan, ya itulah pahlawan
bagus tu baik dicontoh...
pahlawan yang sangat mulia untuk negeri ini..combec sitimaskanahxiipa1.blogspot.com
pahlawan yang sangat cocok dijadikan buat contoh bagi kita generasi muda :)
guru yang menakutkan juga mengesankan,,,komen balik y tutikkharismayanti.blogspot.com
sip bgus bget,, pahlawan tanpa yg sangat mulia
http://innekekusumawatii.blogspot.com
bagusss baget,,, kmen blik ya,, desimayasari21.blogspot.com
wahh saya juga pernah di ajar oleh ibumu meski hanya stengah smester.. cara mengajarnya sangat menyenangkan
koment balik y http://apriliarestiana.blogspot.com/
ibu yang juga sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.. kereeenn...
salut q sma ibk km...patut d cnth tu..
sangat menginspirasi ...
dan untuk ibunya semoga sehat selalau, sungguh seorang ibu yang baik .. :)
comment ke iindamayantismansa.blogspot.com
memang seorang ibu adalah pahlawan sejati..
salut sma ibu mu :)
waahh pahlawan tanpa tanda jasa.. bagus kawan..
komen balik ya http://bellavestaapregema.blogspot.com/2013/11/hari-pahlawan.html#comment-form
ooh.. Itu to buk mus pas masih remaja
ibu sekaligus guru yang luarrr biassaa... the best hero
pahlawan tanpa tanda jasa.kombek ea.
dwiauliaseptiani.blogspot.com
Sangat hebat
pahlawan yang sangat mulia
coment back:http://listianiapregema.blogspot.com/
itu patut untuk dicntoh...
ibu yang sangat hebat
sosok ibu yang baik
warna tulisanya kurang jelas teman. koment balik ya revaenalia.blogspot.com
mrp m ibu nyaaa, ,
comback http://fitriyanixiipa4.blogspot.com/
ibu yang luar biasa
http://agus114green.blogspot.com/
ibu yang hebat!!
Sippp,,,ibu yg luar biasa,,
Posting Komentar